Semburat senja menyamarkan
Kau berlalu tanpa kata
Hanya sebuah senyum yang tercurahkan
Hingga kerudung jinggamu terhempas semilir angin
Dalam keheningan aku menyapamu
Dibalik kerudung jingga
Kau pun tetap tak menjawab
Senyum dan bola matamu yang kau siratkan
Menyimpan sebuah misteri
Siapakah pemilik kerudung jingga itu?
Bolehkah aku mengenalnya lebih dekat
Dan apakah mimpiku akan menjadi nyata?
Ya Tuhan…
Siapakah nama pemilik kerudung jingga itu?
Setiap senyum dan tatapan bola matanya
Sangat meneduhkan jiwa ini
Ya Tuhan…
Ijinkanlah aku bertemunya walau itu hanya sesaat
Karna jiwa ini mulai meronta
Merindu atas kasih dan cinta-Mu yang tak mampu meredam
Palembang, 2008
Ayumi Maulida
Kau berlalu tanpa kata
Hanya sebuah senyum yang tercurahkan
Hingga kerudung jinggamu terhempas semilir angin
Dalam keheningan aku menyapamu
Dibalik kerudung jingga
Kau pun tetap tak menjawab
Senyum dan bola matamu yang kau siratkan
Menyimpan sebuah misteri
Siapakah pemilik kerudung jingga itu?
Bolehkah aku mengenalnya lebih dekat
Dan apakah mimpiku akan menjadi nyata?
Ya Tuhan…
Siapakah nama pemilik kerudung jingga itu?
Setiap senyum dan tatapan bola matanya
Sangat meneduhkan jiwa ini
Ya Tuhan…
Ijinkanlah aku bertemunya walau itu hanya sesaat
Karna jiwa ini mulai meronta
Merindu atas kasih dan cinta-Mu yang tak mampu meredam
Palembang, 2008
Ayumi Maulida
0 comments:
Post a Comment