SENAR KATA SECANTIK KARTINI


Senar kata ini kutulis dengan sebersit harapan yang memutih
Elevasi waktu nak berputar cepat dari zaman ke zaman
Namun masih menorehkan keanggunan Kartini
Angin pagi tersenyum melihat indahnya putri-putri Indonesia
Riang gembira penuh gelak canda nan suka cita
Kita akan menjadi putri tercantik di masa ini
Apakah kau bersedia memperjuangkan Negara dengan melukis prestasi?
Tiap-tiap kami akan mengukir sejarah dengan goresan cahaya sukma
Aku pun demikian…
Serius menulis senja jingga dalam hatimu
Empatiku pun bergerak maju selangkah dengan detak nadi
Cukuplah keanggunan dan kemolekan bahasa untuk menjadi wibawa
Atau keindahan lafal dalam wicara
Nah! Kini kau tahu kawan! Kami adalah puteri cantik yang berpegang prinsip
Tak ada satu pun kata menyerah dalam jati diri kami
Ini adalah kenyataan indah dari mulut prestasi yang kami torehkan
Kau tahu bukan tentang prestasi?
Kau tahu bukan tentang kategori cantik?
Aku menulis rembulan berkejaran dalam rindumu
Rembulan pun berbahagia di puncak tawa nan berlesung
Tapi, apakah kau tahu kawan? Jika…
Ini adalah sebuah perjuangan akan keberhasilan puteri Indonesia?
Nah! Bangkitlah wahai para perempuan yang indah dalam bahasa
Identitasmu ada di dalam hati yang berlafadz kejujuran berselaput senyuman


oleh : Ayuu Feat Ayuu
Category: 0 comments

BULAN TERGORES LUKA

oleh  :  Mas Sitti Syathariah


Bulan tergores luka
Suara malam telah kelu
Sepi mendiam beku
Malam terhuyung memeluk pilu
Berdekap sendu
Kelam menghitam layu
mengukir nestapa bisu
merayap di tubuh penuh malu

Bulan tergores luka
Menyayat raga tak berjiwa.
Harap pun tak lagi ada
sirna terbawa petaka yang disengaja

Ah..!!

Bulan tergores luka
Luka hati
luka diri
luka nyali

Bulan tergores luka!!!
luka jiwa
luka asa
luka pinta
luka nestapa...
Category: 0 comments

TAKDIR BISU


oleh : Inggar Saputra


Anggap engkau mujahid
Penamu menjaring huruf untuk melawan
Anggap engkau sastrawan
Paragrafmu menggulung rindu yang berkejaran
Anggap engkau pahlawan
Jasamu tidak terhitung bintang mahajasa
Anggap engkau seniman
Engkau menulis kalimat tidak terhapus zaman

Duh, Engkau terlalu cepat memanggilnya Tuhan
Orang saleh yang ditaburi sekuntum doa
Sekarang bersama nisan merata tanah
Sudahlah, orang baik itu sudah pergi meninggalkan kita
Kemarin senja di tengah lautan kata – kata
Senyum perihmu menyimpul berita yang tak sempat kucatat
Sungguh sahabat bangsa ini menghutang jasa
Kepada manusia setia berteman pena dan kertas

Nb : Puisi ini ditulis untuk mengenang Pak Rosihan Anwar, Sastrawan Inspiratif Indonesia. Selamat jalan pahlawan, semoga jasamu kepada sastra Indonesia dibalas Allah SWT. Terima kasih untuk Mas Yossi Herfanda dalam bukunya Sujud Rerumputan yang memberikan inspirasi puisi di atas.
Category: 0 comments

HUJANKU HUJANMU

oleh : Edelwise Ayyesha Tsurayya

Kabar hujan semalam menyisakan luka yang menganga di hatimu.
Kubernaung hangat nan teduh
Namun tubuhmu membiru gigil memeluk bayangmu.
Hujan anugerah bagiku, tidak bagimu...

*Bertahanlah kawan... Aku yakin kalian orang2 pilihan yang lebih tegar
Teruntuk kawan2 tanpa tempat bernaung semalam --dimanapun berada--

-EdT-
20april-6.39am
Category: 0 comments

Allah Is GREAT!

by : Ayuu Feat Ayuu

Picture yourself in a place that's full of people,
war and hatred is gone, it's all peaceful,
secluded and idyllic in all the 4 seasons,
air's so great for all to just breathe it,
The world's so beautiful !God! you should see it,

and then it happens,

slowly it's all changing,
the drums start drumming and gradually it starts pacing,
your heart's stops beating to the sound that's getting louder,
praying to their idols, and fighting over who powers',
neither can help and nor can they listen,
pieces of wood just fixed to a position,

and then it stops!

it's the storm before the coming,
the earth's all flat from the blow out of the trumpet,
it's all quiet and peace is full again,
now picture a world where the people are all dead,
no one is left to finish this sad story,
only Allah is left in his glory!
Allah is great!



By : Ayuu Feat Ayuu
Jakarta, 30 April 2011 ; 16:52 WIB
Category: 0 comments

TABIR CAHAYA CINTA


Ayumi Maulida


Alangkah indahnya warna dibalik cadarmu

Aku tersipu malu

Ingin rasanya kudekap

Namun, aku sadar...

Dirimu belum pantas



Diam bersama hari aku larung dengan senyuman

Tetapi, warnamu memudar

Teriak, inginku kembali padamu

Tapi...

Semuanya terlambat



Aku mendiang hanya terpaku

Membisu bersama guratan

Di balik warnamu

Aku menyimpan sejuta pelik

Buliran itu terus mengalir

Bersama tabir cahaya cinta





Palembang, 6 Mei 2011

22.37
Category: 0 comments

TAK KAU



(Akhir sebuah penantian)

Tak kau pikir
Sebongkah karang kian aus terkikis gelombang
Maka habislah
Tak kau lihat
Tetes embun sanggup ciptakan lubang di dasar tanah
Maka mengangalah
Tak kau rasa
Sepoi angin bisa robohkan beringin
Maka tumbanglah
Tak kau hirau
Bila serpihan debu tutupi luka maka berdarahlah
Tak kau diam
Saat keheningan dipagut sepi
Maka lampuslah!
Tak kau tau
Saat cinta beralih benci maka pupuslah
Tak kau kira
Ketika benci diamuk amarah
Maka murkalah
Tak kau duga saat kasih berubah jadi kisah
Maka berakhirlah sudah.

oleh : Mas Sitti Syathariah
Category: 0 comments

Followers