1.
Ayah
Maka lengkap sudah tentangmu
Tanpa harus kuungkap
Gurat di dahimu yang kian dalam
Urat-urat di lenganmu yang kian mengeras
Dan rambut putih perakmu
Ayah
Bersama nurani kau beri aku Alif Ba Ta
Dengan hati kau ingatkan sholat
Melalui fikir kau tuntun tentang hidup
Ayah
Ketika kujalani kerikil-kerikil ini
Kurasakan kisahmu
Melaluinya adalah lara di sudut hati
Merasakannya adalah pahit di ujung lidah
Menjalaninya adalah memar yang tak kunjung sembuh
Asal kau tahu, Ayah
Masih kusimpan kenangan bersamamu
Dan tentang pena itu
Biar kutuliskan indah namamu
Pada sekeping kertas kehidupanku kelak
Rumah Orkid, 29 Juni 2011
Tanpa harus kuungkap
Gurat di dahimu yang kian dalam
Urat-urat di lenganmu yang kian mengeras
Dan rambut putih perakmu
Ayah
Bersama nurani kau beri aku Alif Ba Ta
Dengan hati kau ingatkan sholat
Melalui fikir kau tuntun tentang hidup
Ayah
Ketika kujalani kerikil-kerikil ini
Kurasakan kisahmu
Melaluinya adalah lara di sudut hati
Merasakannya adalah pahit di ujung lidah
Menjalaninya adalah memar yang tak kunjung sembuh
Asal kau tahu, Ayah
Masih kusimpan kenangan bersamamu
Dan tentang pena itu
Biar kutuliskan indah namamu
Pada sekeping kertas kehidupanku kelak
Rumah Orkid, 29 Juni 2011
